Sabtu, 29 November 2014

MISTERI ISTANA LEMBAH CAWAN

Semua bagaikan kisah dalam dongeng, itulah kehidupan yang saya alami. Mungkin semua akan bilang saya beruntung itu yang kalian lihat kenyataannya hidup saya untuk meraih keberuntungan tersebut penuh dengan hinaan bahkan saya dibuang dari keluarga dan hanya untuk meraih kesenangan dunia saya dikorbankan demi memenuhi semua keinginan saudara-saudaranya, mereka lakukan segala cara bahkan saya yang tidak bermaksud menuduh saudara ayah seperti itu tapi kenyataannya ayah tidak sadar mana yang benar dan mana yang tidak benar bahkan tidak tahu mana kewajiban seorang ayah kepada putra putri dan keluarganya ini semua karena ilmu hitam yang mempengaruhi ayah. Meski saya coba sadarkan tetap ayah tidak paham juga begitu juga dengan ibu. Semua sia-sia dan saya tidak mau diperalat lagi untuk memenuhi  kesenangan mereka semua terutama saudara-saudara ayah. ALLAH SWT memberikan apa yang tidak pernah orang tua berikan kepada saya. Mungkin karena ini hidup saya tidak sama dengan kalian saya harus bisa mengetahui siapa diri saya yang sesungguhnya. Ini awal kisah Misteri Istana Lembah Cawan, saya tidak begitu yakin namun semua menjadi kenyataan bahwa saya ingin memiliki tempat tinggal yang sangat luas dan rumah yang tiada lain adalah Istana kare na saya diberi nama gelar bangsawan penerus Pajajaran oleh Eyang Prabu Siliwangi sebab saya pernah memohon kepada ALLAH SWT dan Para Leluhur agar rumah saya adalah Istana sebab saya sudah memiliki Mahkota Ratu pemberian Kanjeng Ibu Ratu Dewi Loro Kidul. Istana ini terwujud hanya dalam semalam sebab dulu Istana tersebut tidak ada sebelum tanah tersebut menjadi milik saya begitu tanah tersebut menjadi milik saya barulah Muncul Istana itu yang bilang pak Ustad. Sehingga pak Ustad yakin bahwa saya dan suami bukan orang biasa-biasa meski saya tidak banyak cerita siapa kami..... Lembah Cawan itu lembah yang disebut-sebut di dalam UWS (Uga Wangsit Siliwangi).  Kalian semua menyangkal suatu kebenaran tapi Kuasa ALLAH SWT tidak akan pernah bisa kalian sangkal....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar